Foto ilustrasi (istimewa)

Foto ilustrasi (istimewa)



Fenomena cross hijaber kini viral setelah muncul bukti-bukti digital tentang keberadaan mereka. Cross hijaber sendiri adalah pria yang suka berpakaian syar'i seperti wanita. Mereka menggunakan hijab dan bergabung di area khusus yang diperuntukkan untuk wanita. Misal di masjid pada bagian wanita ataupun toilet wanita.

Komunitas cross hijaber sudah ada di berbagai daerah. Tak terkecuali di Malang Raya. Nah, bagaimana jika kita mengetahui bahwa ternyata teman kita adalah salah satu dari mereka?

Psikolog Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Novia Solichah menyarankan, agar kita berhati-hati. Sebab yang kita hadapi adalah seorang manusia. "Kita harus mengomunikasikan itu. Tapi itu pun dengan baik-baik karena yang kita hadapi itu manusia," ucapnya kepada MalangTIMES.

Manusia memiliki perasaan yang kompleks. Ada rasa kecewanya, sedih, sensitif, sakit, dan lain-lain. Jadi, dalam mengomunikasikannya pun harus dengan cara yang baik. Juga dianjurkan ketika moodnya sedang baik. "Jangan langsung menasihati. Tapi cari tahu dulu sebenarnya apa yang membuat dia kayak gini. Dialirkan dulu emosinya, apa yang bikin dia seperti itu, apa motifnya, dan lain-lain. Setelah ketemu baru kita arahkan pelan-pelan," bebernya.

Jadi, Novi menegaskan, dicari tahu dulu apa yang ada dalam diri orang tersebut. Biarkan orang tersebut mengalirkan emosinya. "Barangkali ada traumatic event yang kita nggak tahu. Barangkali ada trigger yang kita juga kurang tahu akhirnya dia sampai seperti itu. Atau dia hanya ikut-ikutan. Kita cari tahu dulu," jelasnya.

Apabila sudah didapat motifnya dan emosi orang tersebut sudah mengalir, barulah diarahkan pelan-pelan. Sebab apabila langsung diberi nasihat tidak akan masuk. "Jadi, kita harus cari tahu dulu backgroundnya soalnya yang kita hadapi itu manusia," pungkasnya.

Senada dengan Novi, Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg menyampaikan, orang-orang cross hijaber bukanlah untuk dimusuhi, melainkan dibantu. "Saya kira perlu dibantu. Saya kira tidak dimusuhi. Dibantu untuk bagaimana mereka kembali," ucapnya.

 


End of content

No more pages to load