Suasana sidang Paripurna di DPRD Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Suasana sidang Paripurna di DPRD Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)



Terpentalnya Gator Sarworubedo yang oleh partainya direkomendasi  untuk mendukuki Ketua Komisi A, menjadikan rapat paripurna penetapan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPRD Lumajang memanas.

Gatot Sarwrubedo yang dua kali melakukan interupsi pada sidang paripurna tersebut, tak mampu merubah keadaan, dan pimpinan dewan menetapkan Nur Fadilah sebagai Ketua Komisi A.

Dalam pemilihan Ketua Komisi A, Gatot Saworubedo gagal memperoleh dukungan dari anggota Komisi A dan hanya memperoleh 3 suara. Sedangkan sisanya menjatuhkan pilihan kepada Nur Fadilah, anggota DPRD lainnya yang juga sama-sama dari Partai Gerindra.

Ditengah sidang paripurna berlangsung, Oktafiyani SH, Wakil Ketua DPRD Lumajang menyebut bahwa yang dikehendaki untuk menjadi ketua oleh Ketua DPC Partai Gerindra adalah Gatot Sarworubedo, bukan Nur Fadilah.

"Ya memang yang bersangkutan tidak dikehendaki oleh ketua partai kami (untuk posisi itu=red). Terima kasih pak ketua," kata Oktafiyani dalam kesempatan tersebut.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Lumajang H. Akhmat ST, usai sidang Paripurna mengatakan, bahwa DPRD Lumajang akan jalan terus dengan hasil tersebut karena telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Sesuai dengan PP NO. 12 Tahun 2018, untuk Ketua Komisi dipilih oleh anggota. Sedangkan partai hanya mengirim nama saja ke DPRD untuk duduk di komisi. Mekanismenya memang dipilih anggota. Karena anggota Komisi A sudah memilih Nur Fadilah, maka kita tetap berkeputusan sesuai keinginan anggota," kata H. Akhmat kepada sejumlah wartawan.

Sebelumnya proses pemilihan juga berlangsung alot, sampai kemudian anggota menyepakati untuk dilakukannya pemilihan tertutup.


End of content

No more pages to load