Kantor DPRD Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Kantor DPRD Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)



Efektivitas Kunjungan Kerja Luar Kota DPRD  1

Kita sering mendengar acara Kunjungan Kerja anggota DPRD ke sejumlah kota di Indonesia, yang berangkat secara bersama-sama dalam waktu antara 1 sampai lebih dari dua hari. Mereka mendatangi kabupaten yang dinilai lebih maju dan memiliki keunggulan, untuk mendapatkan informasi tentang kebijakan pemerintahan. 

Yang menarik, acara kunjungan kerja yang sering disebut sebagai studi banding ini, sering berangkat secara bersama-sama ke daerah tujuan, baik dalam provinsi maupun luar provinsi. Kunjungan kerja semacam ini juga sering dilakukan oleh DPRD Lumajang dengan mendatangi sejumlah kota di Indonesia, seperti Jogjakarta, Jakarta, Batam dan salah satu daerah yang sering dikunjungi adalah Pulau dewata Bali. 

Salah seorang mantan anggota DPRD Lumajang, yang minta namanya tidak disebutkan mengatakan, dalam setahun acara kunjungan kerja atau studi banding ini bisa berlangsung antara 5 sampai 6 kali, bahkan bisa lebih dari itu. 

"Dalam setahun jumlah acara kunjungan kerja itu bisa lima sampai enam kali. Dan itu sudah direncanakan, karena sudah dianggarkan melalui Badan Anggaran dalam setahun. Karena anggarannya tersedia, maka studi banding itu harus dilaksanakan, karena anggaran itu harus terserap sesuai keperluan," kata mantan anggota DPRD Lumajang. 

Sementara kunjungan kerja ini kadang dilakukan oleh Komisi-komisi, disertai oleh tenaga pendamping dari DPRD, oleh pimpinan di DPRD, bahkan kadang-kadang juga dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh anggota DPRD. 

"Sesuai keperluan, kadang komisi tertentu saja, kadang oleh pimpinan dewan dan pimpinan komisi, tapi yang sering dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh anggota DPRD," kata politisi senior ini. 


End of content

No more pages to load