Kabag Humas Pemkot Malang Nurwidianto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Kabag Humas Pemkot Malang Nurwidianto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



Setelah insiden gesekan di Kota Malang yang melibatkan masyarakat serta Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Kamis (15/8/2019) lalu, Wali Kota Malang Sutiaji mengundang  seluruh rektor perguruan tinggi di Kota Pendidikan ini pada Selasa (20/8/2019). Pertemuan berlangsung tertutup di ruang wali kota Malang.

Kepala Bagian Humas Pemkot Malang Nurwidianto menyampaikan, undangan disampaikan kepada seluruh rektor perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri. Namun dalam pertemuan kali ini, baru sekitar 22 perguruan tinggi yang hadir.

"Masih sebagian yang bisa rawuh (hadir). Tadi ada Pak Rektor langsung. Ada juga yang diwakilkan," katanya kepada wartawan.

Dari hasil pertemuan itu, pria yang akrab disapa Wiwid ini menjelaskan bahwa Pemkot Malang dan seluruh perguruan tinggi sepakat untuk terus menjaga nilai-nilai harmonisasi yang sudah terjalin selama ini. Selain itu, mereka sepakat untuk selalu menjaga nilai persatuan dan kesatuan tanpa ada perpecahan.

Selain itu, ada  kesepakatan untuk senantiasa melibatkan mahasiswa dari setiap penjuru daerah dalam banyak kegiatan. Baik kegiatan di dalam kampus maupun kegiatan sosial kemasyarakatan di luar kampus. Sehingga, keguyuban yang tercipta dapat terus terjalin dan terjaga.

"Melibatkan seluruh pelajar atau mahasiswa, baik yang berasal dari Kota Malang ataupun luar daerah, dalam berbagai kegiatan di dalam ataupun luar kampus. Kegiatan BEM atau HMJ misalnya," kata Wiwid.

Dia juga menekankan bahwa keterlibatan setiap unsur masyarakat dan mahasiswa dari dalam dan luar Kota Malang itu bersifat sama, tanpa ada eksklusivitas dan perbedaan. Sebab, sebagai bagian dari Indonesia, kebersamaan harus terus dijalin bersama.

"Terlebih Kota Malang selama ini juga selalu menggemburkan diri sebagai miniatur Indonesia yang cinta keberagaman, kebhinekaan, dan rasa damai," ungkapnya.

Menurut informasi yang dihimpun, sejauh ini tercatat kurang lebih ada 881 mahasiswa asal Papua yang menimba ilmu di Kota Malang. Wali Kota Malang Sutiaji beserta jajaran pemerintahan dan keamanan sebelumnya juga telah memastikan bahwa para pelajar atau mahasiswa tersebut akan merasa aman dan nyaman saat mengemban ilmu di kota yang juga berjuluk sebagai Kota Bunga ini.

Pasca-insiden yang terjadi di Papua sejak Senin (19/8/2019) kemarin, Pemkot Malang pun berharap agar rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa tetap terjaga. Sebagaimana ketentuan menjadi bangsa dan negara yang baik, maka warganya harus bersama menjaga keutuhan NKRI. "Kita harus sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban," ucap Wiwid.

 


End of content

No more pages to load