Jika Cuaca Dingin Berlanjut, Fenomena Koyok Ranu Klakah Bisa Terulang Besok

Hasil tangkapan warga sangat melimpah saat fenomena koyok (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Hasil tangkapan warga sangat melimpah saat fenomena koyok (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

LUMAJANGTIMES – Fenomena alam ikan mabuk atau koyok yang hampir setiap tahun terjadi sangat bergantung dengan cuaca dingin yang terjadi disekitar Danau Ranu Klakah Lumajang.

Jika cuaca dingin berlanjut, hampir bisa dipastikan fenomena ikan mabuk atau koyok ini akan berlanjut dengan hari kedua. Bahkan juga pernah terjadi, fenomena koyok ini berlangsung lebih dari dua hari..

"Hari ini memang belum parah, karena ikan yang mengambang masih kecil-kecil. Jika cuaca dingin nanti malam kembali terjadi, maka bisa dipastikan besok akan kembali terjadi," kata Mistari warga setempat.

Diperoleh informasi, bahwa sampai hari ini pemilik karamba masih belum memanen ikan peliharaan mereka. Langkah ini diambil dengan harapan, cuaca dingin mereda dan besok tidak kembali terjadi koyok, dan ikan-ikan mereka selamat dari panen awal dan harga murah.

"Ini terjadinya kan hanya dini hari sampai pagi saja, sekitar jam 08.00. Diatas jam itu kembali normal, karena cuaca dingin sudah mulai reda," jelas warga lainnya.

Bagi warga sekitar, fenomena ini merupakan rejeki besar karena dengan mudah bisa menangkap ikan, bahkan dari pinggir danau sekalipun. Selain untuk dikonsumsi sendiri, jika hasil tangkapan cukup banyak, biasanya warga akan menjual kepada para pedagang dadakan yang selalu muncul saat koyok saja.

"Sejak saya kecil fenomena ini memang selalu ada pada setiap musim kemarau. Kejadian ini adalah rejeki bagi warga sekitar yang biasanya harus membeli untuk mendapatkan ikan, namun dengan adanya koyok ini, mereka bisa menangkap dengan mudah dan gratis," tutur warga setempat.

Biasanya warga menangkap dengan cara membuat anak panah dari besi kecil kemudian dipasang pada bambu kecil. Ketika melihat ikan mengambang, maka besi semacam anak panah tersebut akan diarahkan kepada ikan-ikan yang mengambang.

"Mereka yang memiliki jalan ikan bisa mendapatkan tangkapan dalam jumlah yang lebih besar, karena ikan di danau itu seperti kebingungan begitu. Dan ikannya aman untuk dikonsumsi," jelasnya kemudian.

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top