APRI Jatim Apresiasi Langkah Pemkab Lumajang Terkait Penghentian KSO Dengan Mutiara Halim

Ketua Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Jatim Mochamad Sofyanto (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Ketua Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Jatim Mochamad Sofyanto (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

LUMAJANGTIMES – Ketua Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Jatim Mochamad Sofyanto memberikan apresiasi kepada Pemkab Lumajang dan PT. Mutiara Halim yang mengakhiri Kerjasama Operasional (KSO) dengan kesepakatan bersama tanpa adanya gejolak.

“Langkah Bupati Lumajang yang mengadakan sidak ke jembatan Timbang milik PT Mutiara Halim, yang kemudian berakhir dengan penghentikan KSO, merupakan sebuah langkah positif bagi pengelolaan tambang pasir di Kabupaten Lumajang,” kata Mochamad Sofyanto

Selanjutnya kata Sofyan, tinggal bagaimana Pemkab Lumajang mengotimalkan fungsi apaturnya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Lumajang dari sektor pertambangan tersebut.

Sementara itu terkait dengan langkah yang diambil oleh PT. Mutiara Halim yang secara sukarela menghentikan KSO tersebut, diyakini Mochamad Sofyanto sudah berdasarkan pertimbangan yang matang untuk kepentingan Lumajang kedepan.

“Saya yakin ada pertimbangan khusus sampai lahirnya keputusan untuk menghentikan KSO itu. Soal apa pertimbangannya, itu menjadi urusan PT Mutiara Halim dan Pemkab. Yang jelas ini sebuah langkah yang positif,” kata M. Sofyan kemudian.

Pengusaha penambang pasir di Lumajang ini juga mengatakan, pertambangan memang banyak masalah, dan hal itu tidak hanya terjadi di Kabupaten Lumajang. Salah satunya adalah tambang illegal yang banyak bermunculan di Jawa Timur.

“Hari ini, saya juga bersama Dinas Pertambangan, Satpol PP Provinsi Jawa Timur beserta satpol PP kab Probolinggo, juga sedang berada di lokasi tambang di wilayah kab Probolinggo karena aktivitasnya mendapatkan protes dari LSM. Dan saya sedang berusaha mencari tahu apa yang menjadi penyebab protes itu. Jika tidak diselesaikan ini akan menjadi masalah yang berkepanjangan,” kata Sofyan kemudian.

Sofyan juga menyebut, sebelumnya di Kabupaten Lumajang juga terdapat tambang illegal sampai kemudian terjadi kasus Salim Kancil.

“Alhamdulillah sekarang ini di Lumajang sudah mulai tertata dan hampir semuanya berijin resmi. Ini akan menguntungkan semua pihak. Pemerintah diuntungkan, pengusahanya juga aman dalam menjalankan bisnisnya. Kondisi inilah yang sebenarnya kita harapkan,” papar Ketua APRI Jatim mengakhiri perbincangan dengan media ini.

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top