Bicara soal Hoax, Hotman Paris Showan Pesantren Lirboyo Kediri

Hotman Paris  (tengah) di Pesantren Lirboyo Kediri. Foto: (Bambang Setioko/JatimTIMES)
Hotman Paris (tengah) di Pesantren Lirboyo Kediri. Foto: (Bambang Setioko/JatimTIMES)

LUMAJANGTIMES, KEDIRI – Pengacara kondang Indonesia  Hotman Paris Hutapea yang mendapat julukan "Celebrity Lawyers" sowan ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Senin (15/07/2019) sore.

Pengacara yang terkenal dengan barang serba mewah dan gaya hidup glamor itu hadir di salah satu pondok pesantren terbesar di Indonesia tersebut dalam acara sarasehan yang bertema "Hoax, Viral dan Busy" di Aula Al Muktamar Lirboyo Kediri.
 

Kehadiran Hotman kali pertama di Kediri ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo serta para santri Ponpes Lirboyo. Apalagi, selain gaya busana nyentrik dan aksesori berlian miliaran rupiah yang selalu ia gunakan, baru-baru ini pengacara selebriti Indonesia ini sedang viral karena menangani kasus "ikan asin".  Kasus itu melibatkan Fairuz A. Rafiq dan mantan suaminya, Galih Ginanjar, serta pasutri Pablo Benua dan Rey Utami. Galih, Benua, dan Rey Utami sudah ditahan Polda Metro Jaya lantaran unggahan video yang dianggap menghina Fairuz.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Institut Agama Islama Tribakti Kediri KH Abdullah Kafabihi Mahrus. Bertindak sebagai panelis dalam sarasehan ini, anggota DPR RI Komisi 8 KH An'im Falahuddin Mahrus dan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Selain kedua panelis,  juga ada dua guest star Bara Tampubolon dan Maruli Tampubolon, lawyer sekaligus artis indonesia. Sementara itu, KH Reza Ahmad Zahid (Gus Reza) dari Pondok Pesantren Lirboyo bertindak sebagai host.

“Mungkin bapak ibu baru tahu tentang hoax dan konten asusila. Yang baru-baru ini viral yakni kasus ikan asin. Inilah suatu contoh pengacara tidak murni mencari uang. Fairuz itu anaknya (mantan penyanyi dangdut) A. Rafiq, teman dekat saya. Fairuz itu setahu saya adalah muslimah yang sangat baik,” kata Hotman dalam paparannya di hadapan ratusan peserta Hotman Paris Showan.

Hotman juga membeberkan apa yang ada dalam video youtube yang akhirnya memenjarakan orang-orang yang terlibat pada konten asusila tersebut. ”Bahkan nama anaknya juga disebutkan dalam wawancara sampai sedetail-detailnya. Ini sangat serius dan melanggar Pasal 27 Ayat 1 UU ITE,. Yaitu barang siapa menyebarkan konten asusila itu kena hukuman 6 tahun penjara. Di situlah contoh pengaruh opini publik sangat penting bagi penegak hukum,” ucap Hotman.

Turut hadir dalam sarasehan ini, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Dandim 0809 Kediri Letkol Inf Dwi Agung, Presiden Direktur PT Karniel Pasific Indonesia Sugiarto, serta Ibu Nyai.

 

Pewarta : Bambang Setioko Kediri TIMES
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top