Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sabhan dalam acara pemberian penghargaan kepada SKD terbaik (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sabhan dalam acara pemberian penghargaan kepada SKD terbaik (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)



Kapolres Lumajang AKBD DR. Muhammad Arsal Sahban S.IK mengklaim keberadaan Satgas Keamanan Desa (SKD) di Lumajang bisa menjadi contoh dan model pengamanan oleh masyarakat, yang bisa dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Kapolres Lumajang menyatakan, jumlah SKD di Lumajang saat ini telah mencapai 5.940 orang yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang. Jumlah ini disebut Kapolres Lumajang, mencapai 10 kali lipat dari jumlah personil polisi yang ada di Polres Lumajang.

“Standart kita sebenarnya hanya 30 orang anggota SKD di Lumajang. Namun di sejumlah desa ada yang jumlahnya lebih dari 30 orang. Salah satunya di desa Tukum Kecamatan Tekung, jumlahnya SKD-nya mencapai 141 orang dan semuanya dibekali dengan alat komunikasi HT,” jelas Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban kepada media ini.

Kapolres Lumajang juga menyebut, kebaradaan SKD di Lumajang merupakan implementasi dari teori community crime prevention yaitu sistem pencegahan kejahatan dengan melibatkan masyarakat secera informal dan bersifat sukarela dalam mengamankan wilayahnya.

“Di Inggris dan Australia juga ada sistem seperti ini, namanya Neigbourhood Watch. Tugasnya sama seperti Satgas Keamanan Desa yang ada di Lumajang,” jelas Kapolres kemudian.

Sistem yang digunakan oleh SKD ini bermacam-macam dalam menjalankan tugasnya. Di desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro misalnya, pemerintahan desa setempat memasang portal pada tiga pintu masuk ke desa itu. Dan jika ada tamu dimalam hari, anggota SKD ini akan mengantar tamu tersebut sampai kerumah warga yang dituju.

Sementara di desa Tukum Kecamatan Tekung, setiap anggota SKD dibekali dengan alat komunikasi HT. Di desa ini juga terpasang repeater sendiri, sehingga setiap anggota SKD dapat berkomunikasi sewaktu-waktu tanpa kendala apapun, jika ada kejadian tertentu di desa tersebut.

Ditengah besarnya jumlah anggota SKD di Lumajang, yang jumlah mencapai 10 kali lipat jumlah anggota polisi, kejadian kriminalitas masih sering terjadi. 

Di Desa Sumberwringin kecamatan Klakah misalnya, dalam pekan ini empat ekor sapi milik warga raib dari kandangnya alias digondol kawanan pencuri.

Esok harinya Kapolres Lumajang yang datang kelokasi untuk melakukan pencarian tak berhasil menemukan sapi milik warga tersebut. Bahkan Kapolres Lumajang menemukan fakta bahwa di Desa Sumberwringin kecamatan Klakah, SKD-nya tidak berjalan dengan baik, karena lemahnya dukungan dari kepala desa.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load