Bupati Lumajang Akui Batik Lumajang Masih Tertinggal Dengan Daerah Lain

Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq ketika meresmikan Graha Batik New Lataza (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq ketika meresmikan Graha Batik New Lataza (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

LUMAJANGTIMES – Ketika melakukan Launching Batik Pasir Lumajang, sekaligus peresmian Graha Batik New Latanza, Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, mengakui bahwa perkembangan batik di Lumajang masih harus mengejar ketertinggalan dari daerah lainnya di Jawa Timur.

Dibanding dengan Pamekasan misalnya, batik Lumajang masih harus mengejar ketertinggalan. Oleh karena itu usaha untuk mengejar ketertinggalan itu harus dilakukan dengan cara mencari akar masalahnya. Salah satunya akan dilakukan dengan melakukan dialog bersama para pengrajin batik Lumajang.

“Pamekasan itu produksinya lebih banyak, varian batiknya lebih banyak pilihan, kualitasnya sangat bagus dan harganya lebih murah dibandingkan dengan batik dari Lumajang. Karenanya kita harus mengejar itu semua,” kata Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, pada hari ini Jumat (12/7) di Graha Batik New Latanza Lumajang, di Jalan A. Yani No. 6 Lumajang.

Sementara itu Ir. Indah Amperawati, selaku Owner New Latanza Lumajang membenarkan bahwa batik Lumajang memang masih tertinggal dan belum diproduksi secara massal.

“Ya memang, kita belum memproduksi secara massal. Pamekasan itu produksinya tinggi sekali. Karena produksinya massal, maka jatuh harganya menjadi lebih murah,” jelas Ir. Indah Amperawati yang juga Wakil Bupati Lumajang.

Dijelaskan, kedepan kebutuhan usaha batik di Lumajang harus tersedia dalam jumlah yang cukup sehingga para pengrajin batik di Lumajang bisa mendapatkan bahan-bahan batik dengan harga murah dan tidak harus keluar kota.

“Itu harus kita sediakan, agar para pengrajin ini dengan mudah bisa mendapatkan bahan baku yang relatif murah dan cepat,” kata Ir. Indah Amperawati.

Wanita penggemar batik ini juga mengatakan, walaupun saat ini batik Lumajang masih tertinggal dengan daerah lain, namun potensi untuk berkembang sangat besar. Ini karena varian pengrajin batik dari Lumajang juga banyak.

“Kalau potensi kita sangat besar, makanya saya dan Pak Bupati akan mendorong sekaligus melakukan pembinaan kepada pengrajin batik di Lumajang,” urainya kemudian.

Peresmian Graha Batik New Latanza dan Launching ini ditandai dengan pengguntingan pita Graha Batik Lumajang New Latanza. Selain itu Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati secara bergantian juga ikut membatik menggunakan canting, pada batik pasir yang diproduksi oleh New Latanza.

Dengan adanya Graha Batik New Latanza ini Bupati Lumajang juga berharap agar masyarakat yang membutuhkan batik asli Lumajang bisa mengetahui tempatnya. "Kalau begini orang jadi tahu dimana mencari batik asli Lumajang," papar Bupati Lumajang.

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top