Pertemuan Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq dengan Kementerian LHK di Bogor (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Pertemuan Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq dengan Kementerian LHK di Bogor (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)



Sebanyak 17 item di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan dikelola Pemkab Lumajang sebagai obyek wisata. Kawasan yang akan dikelola meliputi kawasan Ranu Pani dan sekitarnya sampai dengan B29.

Kepastian ini diperoleh setelah pada hari ini Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq hadir dalam pertemuan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membicarakan kawasan mana saja yang bisa manfaatkan Pemkab Lumajang sebagai potensi wisata.

"Kita diijinkan pada 17 item, tapi bukan semuanya merupakan obyek wisata, namun semuanya terkait dengan daya dukung dan pengembangan pariwisata di sekitar TNBTS," kata Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq via sambungan ponselnya, dari Bogor hari ini, Senin (8/7).

Kawasan yang akan dikelola mulai dari Senduro sampai dengan Ranu Pani yang meliputi pengembangan obyek wisata, pembangunan fasilitas penunjang di obyek wisata, pembangunan infrastruktur jalan, penghijauan dan optimalisasi jalur ke kawasan TNBTS.

"Dari 17 itu diantaranya, Ranu Pani, Ranu Kumbolo, Ranu Regulo dan kawasan di sekitar TNBTS yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk daya dukung pariwisata di sekitar TNBTS, termasuk B29," jelas Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq.

Bupati juga mengatakan, TNBTS saat ini dijadikan destinasi wisata baru nasional. Oleh karena itu, masih kata Bupati Lumajang, daerah harus membuat perencanaan terlebih dahulu. Dan pekerjaan ini dipastikan tidak sederhana sederhana, karenanya masih ada proses lanjutan setelah kesepakatan ini.

"Ini tidak mudah dan sederhana, makanya saya datang sendiri dalam acara ini agar bisa dipahami apa sebenarnya harus disiapkan oleh Kabupaten Lumajang untuk menyambut program dari pemerintah pusat ini,"  jelasnya kemudian.


End of content

No more pages to load