Situasi jalur Klakah Probolinggo, yang diunggah warganet (Foto : Media sosial / Jatim TIMES)

Situasi jalur Klakah Probolinggo, yang diunggah warganet (Foto : Media sosial / Jatim TIMES)



Kemacetan Klakah Lumajang sampai Leces Probolinggo kembali terjadi. Kali ini lebih parah dibandingkan sepekan lalu. Karena menurut sejumlah warga, kemacetan sudah terjadi sejak tadi malam, dan sampai Senin pagi kondisi kendaraan masih terus merambat untuk bisa tembus pintu tol di Leces Probolinggo.

Agus Setiawan, warga Lumajang yang pagi ini, Senin (8/7) harus ke Jakarta untuk urusan pekerjaan, harus kehilangan tiket penerbangan karena terlambat sampai di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

“Sebenarnya saya sudah berangkat dari rumah sebelum jam 04.00 pagi. Tapi ternyata harus berhadapan dengan kemacetan parah, dan saya harus berada dijalanan selama 4,5 jam. Itupun sejak dari Klakah saya sudah memilih jalur alternative jalan desa, agar bisa sampai ke Ranuyoso. Jika tidak mungkin akan lebih lama lagi,” kata Agus Setiawan kepada media ini.

Sementara seorang perempuan asal Lumajang, yang mengaku mendapatkan kabar dari suaminya yang sedang dalam perjalanan ke Tuban, mengaku mendapatkan kabar dari suaminya bahwa untuk bisa sampai ke pintu tol Leces, harus berada di jalanan selama 6,5 jam. Padahal jadwalnya harus sampai Tuban pada pagi hari.

“Ya mas, suami saya tadi masih berada di jalur Klakah Leces, yang seharusnya sudah harus sampai di Tuban pagi ini. Semalam berangkat dari Lumajang sudah lebih awal, sekitar pukul 01.00 dini hari. Tapi sampai tadi pagi tadi belum juga tembus pintu tol Leces,” kata perempuan ini, dalam sambungan telepon ke redaksi media ini.

Akibat kemacetan sejumlah keluhan disampaikan warga melalui media sosial. Warga rata-rata menyatakan kekecewaannya, karena kemacetan ini bukan setahun dua tahun ini terjadi, namun tetap terulang, nyaris tanpa solusi yang memadai dari pemerintah. Walau ada rencana pelebaran jalan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, namun sepertinya masih akan butuh waktu lama untuk dikerjakan.

Cukup banyak cerita keterlambatan perjalanan menuju Surabaya dari area kemacetan ini. Rata-rata mereka harus berjam-jam berada dijalanan untuk bisa tembus sampai ke pintu tol di Leces Probolinggo.

“Ini saya di Malasan Probolinggo. Bukan macet lagi, tapi tidak bergerak sama sekali. Ini namanya tidur dijalan mas,” kata salah seorang warga yang sedang terjebak dijalanan, pagi menceritakan kemacetan yang dialaminya pada Senin (08/7) dini hari.


End of content

No more pages to load