Kegiatan Mahasiswa Universitas Lumajang di desa Selok Besuki Kecamatan Sukodono (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Kegiatan Mahasiswa Universitas Lumajang di desa Selok Besuki Kecamatan Sukodono (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)



Universitas Lumajang yang  beralamat di Jalan Musi Nomor 12 Lumajang adalah perguruan tinggi swasta di Kabupaten Lumajang yang selalu eksis dalam penyelenggaraan proses belajar mengajarnya, serta intens memberikan kesempatan kepada Dosen maupun mahasiswanya untuk melaksanakan penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat, baik secara mandiri atau dengan fasilitasi hibah dari Kenenristek Dikti maupun lembaga-lembaga lainnya. Pemanfaatan kesempatan demikian adalah sejalan dengan esensi yang tersurat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Selama 5 (lima) tahun terakhir, di  Universitas Lumajang telah lebih dari 10  (sepuluh) proposal yang berhasil diterima dan didanai oleh Kemenristek Dikti, baik atas nama Dosen ataupun mahasiswa yang melakukan penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun 2019 ini, salah satu proposal yang didanai adalah dari jenis Program Kreatifitas Mahasiswa skema Pengabdian Kepada Masyarakat (PKMM), yang disusun oleh :

a.                   Isna Lusiana (Fak. Hukum, Semester VI, NIM. 1674201824),

b.                  Badriyah (Fak. Hukum, Semester IV, NIM. 1774201866)

c.                   Ridlo Akbarsyah (Fak. Ilmu Administrasi, Semester IV, NIM. 1763201749).

Selanjutnya ketiganya disebut sebagai Tim Pelaksana PKMM bersama Ibu Anies Marsudiati Purbadiri, S.H., M.H. (NIDN : 0717096202) selaku Dosen Pendamping. Adapun judul proposalnya adalah “Sosialisasi Gerakan Edukasi Remaja dan Keluarga Muda (Gerdu Rekam) di Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang”.

Pengertian Gerdu Rekam, secara harfiah adalah wadah atau ruang untuk menampung dan mentransformasikan informasi, sedangkan secara substansial, Gerdu Rekam merupakan aktivitas mengedukasi dan/atau memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam rangka mengakses informasi-informasi atau program-program di bidang hukum, kesehatan dan sosial, yang digulirkan oleh Pemerintah Pusat dan/atau Daerah. Pelaksananya adalah beberapa warga Desa Selok Besuki yang mempunyai kemampuan dan minat tinggi untuk membantu masyarakat secara sukarela, yang selanjutnya mereka menyebut dirinya sebagai penggiat Gerdu Rekam.

Keberadaan Gerdu Rekam terhitung masih baru, tepatnya terbentuk di awal tahun 2017 lalu, namun demikian aktivitas yang dilakukan sudah cukup banyak, diantaranya : mengedukasi remaja untuk tidak melakukan pernikahan di usia dini, mendampingi remaja dan keluarga muda bertata karma terhadap lingkungannya, menghimbau remaja dan ibu-ibu produktif untuk rajin mengkonsumsi zat besi (Fe), mengingatkan calon-calon ibu untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), mengawal ibu-ibu batita untuk memberikan ASI Eksklusif pada bayinya, dan sebagainya. Dampak positif dari keaktifan para penggiat Gerdu Rekam tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekaligus menjadikan Desa Selok Besuki Kecamatan Sukodono sebagai kampung yang inspiratif dan inovatif.

Diantara hal-hal positif yang ditemukan dalam wadah Gerdu Rekam, terdapat beberapa kelemahan yang dibidik oleh mahasiswa Universitas Lumajang, yang selanjutnya ketika masa pendaftaran proposal Program Kreativitas Mahasiswa Tahun Anggaran 2019 dibuka, tiga orang yang namanya tersebut diatas menuangkan hasil bidikannya sebagai permasalahan yang harus ditemukan solusinya. Permasalahan dimaksud adalah :

a.         Gerdu Rekam belum dikenal oleh masyarakat Kecamatan Sukodono bahkan Kabupaten Lumajang,

b.        Gerdu Rekam belum memiliki legalitas kepengurusannya,

c.         Gerdu Rekam belum menemukan teknis menjaga keberlanjutan operasional program kerjanya, dan

d.        Secara spesifik Penggiat Gerdu Rekam belum menginformasikan Peraturan Bupati Nomor 15 Tahun 2016 tentang Tata Cara Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi,

Padahal permasalahan yang terakhir ini menjadi konsentrasi utama Tim Pelaksana PKMM dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat, dengan maksud turut berkontribusi menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan/atau Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Lumajang.

Bertitik tolak dari empat permasalahan tersebut, Tim Pelaksana PKMM, membantu mensosialisasikan Gerdu Rekam kepada masyarakat di lingkup Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono hingga Kabupaten Lumajang. Caranya dengan menginformasikan keberadaan Gerdu Rekam kepada anggota PKK di masing-masing tingkatan wilayah tersebut, baik secara verbal maupun mendistribusikan leaflet yang berisi profil Gerdu Rekam. Dipilihnya komunitas ibu-ibu disertai pertimbangan bahwa pada umumnya perempuan itu dapat menjadi komunikator yang hebat sehingga berita yang disampaikannya cepat meluas.

Berikutnya untuk menguatkan keberadaan Gerdu Rekam, Tim Pelaksana PKMM berusaha keras meyakinkan Kepala Desa agar berkenan menerbitkan Surat Keputusan, dan akhirnya tertanggal 20 Juni 2019 terbitlah Surat Keputusan Kepala Desa Selok Besuki Nomor 06/SB/VI/2019 tentang Gerakan Edukasi Remaja dan Keluarga Muda (Gerdu Rekam) beserta Susunan Kepengurusannya, sebagai berikut :

Pelindung                : Ketua Tim Penggerak PKK Desa Selok Besuki

Penasehat               : Kepala Dusun Sukodono Permai

Penanggungjawab       : Drs. Sudja’i

Ketua                                  : Drs. Tatok Krismahento

Wakil Ketua                      : Dra. Ria Cancerina

Sekertaris                        : Drh. Binar Kinasih Wahyutyas W.

Bendahara                       : Ny. Hj. Sunarmi Andri

Bidang Humas                : Ny. Mudji Widayat

Bidang Pendidikan        : Ny. Maria Ismoyowati, S.Pd.

Bidang Pengabdian       : Slamet Hadi Riyanto, S.Sos.

Para pengurus tersebut secara berkala mengadakan pertemuan guna menyamakan persepsi dan langkah terhadap permasalahan yang dihadapinya.

Bahkan untuk menjaga keberlanjutan operasional Gerdu Rekam tersebut, Tim Pelaksana PKMM menginisiasi pula terbitnya Nota Kesepahaman (MoU) antara Pengurus Gerdu Rekam dengan Kepala Desa Selok Besuki Kecamatan Sukodono. Berbekal MoU nomor 07/SB/MoU/VI/2019 tersebut, diharapkan nantinya Penggiat Gerdu Rekam dapat menjalin kerjasama dengan Pemerintah Desa, baik pada sisi program, kebijakan ataupun pembiayaan, sehingga program-program yang sudah berjalan tidak akan terhenti, meskipun fasilitasi dari Tim Pelaksana PKMM Universitas Lumajang ini telah berakhir. 

Mengingat dalam kontrak yang diterbitkan oleh Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, sebagai tindak lanjut kontrak dari Kemenristek Dikti, Tim PKMM hanya berkewenangan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat selama 5 (lima) bulan terhitung sejak diumumkan sebagai penerima hibah pada bulan April 2019 lalu.

Selanjutnya untuk menyamakan persepsi tentang maksud dan tujuan Peraturan Bupati Nomor 15 Tahun 2016 maka diselenggarakan Penyuluhan Hukum dan Kesehatan, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing, yakni :

a.         Ibu Isma, S.Gz dari Puskesmas Sukodono yang menerangkan Manfaat Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI Eksklusif Bagi Pertumbuhan Bayi,

b.        Ibu Irma Sahvitri Lawado, S.H., M.H. dari Fakultas Hukum Universitas Lumajang yang menjelaskan tentang Hakikat Pemberian ASI sebagai Pemenuhan Hak Anak.

                      

Dalam kegiatan penyuluhan tersebut dihadirkan berbagai unsur, yakni : Ketua TP PKK Desa Selok Besuki, Penggiat Gerdu Rekam, Ketua Posyandu se Desa Selok Besuki, Perwakilan Ibu Menyusui, Perwakilan Remaja, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lumajang, semuanya berjumlah 30 (tiga puluh) orang. Dari paparan narasumber tersebut diharapkan para peserta mampu menambah wawasannya untuk selanjutnya mampu mentransformasikan sehingga masyarakat Kecamatan Sukodono khususnya dan masyarakat Kabupaten Lumajang pada umumnya mengerti dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang mengaturnya.

Dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Tim Pelaksana PKMM terhadap Gerdu Rekam, di penghunjung bulan Juni 2019 ini, ditambahkan dengan upaya publikasi melalui dua media sebagai berikut :

a.         Radio Suara Lumajang dalam acara Dialog Interaktif, yang direspon oleh beberapa pendengar dari kalangan remaja dan ibu rumahtangga.

b.        Jatim Times dalam bentuk Opini yang dimuat secara on-line dan dapat diakses di website resminya.

Selain itu muncul pula harapan, semoga ini menjadi kontribusi yang tepat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang  sekaligus menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi diri para anggota Tim. Bahkan dengan berbekal pengetahuan yang semakin bertambah, Tim PKMM berharap dapat segera menyusun artikel ilmiah yang dipublikasikan oleh pengelola Jurnal Pengabdian ber-ISSN, sehingga substansinya dapat menjadi referensi resmi bagi pelaku pengabdian kepada masyarakat lainnya.

Bahkan dengan semangat yang membara, Tim PKMM Universitas Lumajang berharap mendapat kesempatan melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), yakni sebuah ajang ilmiah bergengsi yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, yang masing-masing dengan membawa karya-karya spektakulernya.

Akhirnya sebagai mahasiswa yang telah berkesempatan menjadi Tim Pelaksana PKMM merasa perlu menyampaikan ucapan terimakasih kepada :

a.       Kemenristek Dikti yang telah memberikan dana hibah,

b.      Universitas Lumajang yang telah memberi peluang berkompetisi,

c.       Dosen Pendamping yang sangat detail memberi arahan,

d.      Kepala Desa Selok Besuki yang sangat kooperatif memenuhi kebutuhan Tim.

e.       Pengurus Gerdu Rekam yang telah rela diintervensi, serta

f.       Anggota Tim yang gigih menjaga kekompakan.

Semoga kolaborasi kerja yang baik dari berbagai pihak tersebut dapat menjadikan Mahasiswa Universitas Lumajang semakin berkualitas, semakin mampu menjunjung kebesaran nama Almamaternya, yakni Universitas Lumajang.

 

Disuusun oleh :

Isna Lusiana, Badriyah, Ridlo Akbarsyah

Tim Pelaksanaversitam PKMM Universitas Lumajang

 


End of content

No more pages to load