Tentang Semua Orang yang Pernah Salah, Film Dua Garis Biru Berawal dari Malang

Sutradara dan pemeran film Dua Garis Biru saat roadshow di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Sutradara dan pemeran film Dua Garis Biru saat roadshow di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

LUMAJANGTIMES, MALANG – Semua orang pernah melakukan kesalahan, dan setiap pilihan memiliki konsekuensi yang harus ditanggung. Premis itu menjadi salah satu kekuatan film keluarga karya sineas tanah air, Gina S Noer berjudul Dua Garis Biru. Bakal tayang di bioskop pada 11 Juli 2019 mendatang, film yang terinspirasi kisah yang banyak terjadi di masyarakat ini sangat layak ditunggu. 

Film Dua Garis Biru menceritakan tentang kisah Dara yang diperankan oleh Zara JKT48 dan Bima yang dimainkan oleh Angga Yunanda. Dara dan Bima merupakan sahabat satu sekolah yang kerap melakukan aktivitas bersama. Hubungan keduanya bisa disebut sahabat rasa pacar. Di tengah ketidaktahuan dan rasa penasaran, terjadilah hubungan di luar batas. Dikenal sebagai anak baik-baik dan berprestasi, keduanya membuat heboh karena kehamilan Dara. 

Sutradara sekaligus penulis naskah Dua Garis Biru, Gina S. Noer mengungkapkan bahwa cerita bertolak dari keputusan keduanya untuk meneruskan kehamilan atau tidak. "Film ini tentang semua orang yang pernah salah. Pilihan mereka dikira bisa mempertahankan cinta, tetapi di sisi lain, banyak konsekuensi yang muncul. Mulai dari ketidakharmonisan keluarga, pendidikan, persahabatan, dan lainnya," tutur Gina. 

Hari ini (5/7/2019) Gina bersama empat pemain film Dua Garis Biru menggelar roadshow di Kota Malang. Sebagai kota pertama yang dikunjungi, Gina mengaku bahwa Kota Malang merupakan titik awal atas embrio cerita film tersebut. "Kakak saya dulu kuliah di Malang. Saat saya kecil, bersama orang tua datang mengunjungi dia di sini. Saat itu, ada salah satu teman kakak saya yang hamil di luar nikah. Bayinya dipertahankan, tetapi dianggap adik. Bukan dianggap anak dan malah diangkat anak oleh orang tuanya," tutur Gina. 

"Kota Malang spesial sekali, karena tempat saya membuka wacana soal ini ke diri saya sendiri. Jadi seolah kembali ke titik awal," sambungnya. Setelah momen itu dan saat beranjak dewasa hingga berkeluarga, Gina mengaku banyak menemui kasus-kasus kehamilan remaja di luar nikah. 

Hal itu menjadi kecemasan tersendiri saat Gina memiliki anak di tengah kondisi masyarakat Indonesia yang masih terkesan tabu soal pendidikan seks. "Perasaan-penasaran itu terus-menerus ada dan banyak kasus terjadi, misalnya ada anak SMA yang melahirkan di pinggir jalan. Sayangnya belum ada konten pop yang mengangkat isu ini," tuturnya.

Gina mengakui bahwa sempat muncul kontroversi soal isu yang dia angkat. Bahkan, sempat ada petisi yang mengajak masyarakat memboikot film tersebut. "Justru film ini adalah desakan keras saya untuk para pihak yang bertanggung jawab agar berupaya lebih serius mengurangi jumlah kesalahan fatal seperti kehamilan dini pada remaja di Indonesia," tegasnya. 

Dalam roadshow tersebut, hadir beberapa pemeran seperti Zara JKT48 sebagai Dara, Angga Yunanda sebagai Bima, Maisha Kanna sebagai Puput, dan Shakira Jasmine sebagai Vini. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top