Sejumlah Stasiun Tv Mandek Siaran di Malang, Kediri, dan Madiun, Sampai Kapan?

Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

LUMAJANGTIMES, MALANG – Siaran dari sejumlah stasiun televisi (Tv) di wilayah Malang Raya, Kediri dan Madiun mandek mengudara selama beberapa hari terakhir. Beberapa di antaranya merupakan jaringan nasional seperti Trans TV, Trans 7, Global TV atau GTV, serta TV One. 

Gangguan tayangan tersebut karena adanya penertiban frekuensi oleh Balai Monitor (Balmon) Kelas I Surabaya Direktorat Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika. 

Siaran-siaran tersebut dikabarkan hilang dari peredaran sejak Senin (1/7/2019) lalu. Kasi Pentib Balmon Kelas I Surabaya Fathorohman mengungkapkan bahwa mandeknya tayangan televisi-televisi swasta itu karena adanya penertiban frekuensi. 

"Memang dalam minggu ini kami melakukan kegiatan penertiban, kebetulan itu servisnya yang kami terbitkan itu televisi," sebutnya. 

"Kenapa ditertibkan, karena terkait dengan aspek legalitas," lanjut Fathorohman melalui sambungan telepon. Menurutnya, Balmon sendiri memiliki tupoksi pengawasan dan pengendalian. Sehingga, merupakan kewajiban mereka untuk melakukan penertiban tersebut. 

Dia menambahkan, setiap pengguna frekuensi di wilayah kerja Balmon Kelas I Surabaya harus memiliki izin. Tidak terbatas pada televisi, melainkan radio dan juga pengguna frekuensi lain. "(Ditertibkan karena) Belum memiliki legalitas atau izin. Chanel-chanel tv itu tidak memiliki izin siaran di Malang," tegasnya. 

Selama ini, chanel-chanel tersebut memakai frekuensi kanal Tv. Hanya saja, pada Juli ini baru dilakukan penertiban. "Baru kami lakukan penertiban karena kami kan nggak hanya mengawasi Tv saja. Setiap pengguna frekuensi, kami yang mengawasi. Selain itu kami juga membawahi wilayah 38 kab kota," sebutnya. 

Selain di Malang, Fathorohman mengungkapkan bahwa penertiban juga dilakukan di wilayah juga Kediri dan Madiun. "Memang ada (stasiun) yang masih berproses (izinnya) tetapi belum terbit. Ya sesuai surat tugas, ada jangka waktunya (untuk penertiban)," paparnya.

Meski demikian, dia tidak bisa memastikan sampai kapan penghentian siaran itu dilakukan. "Jadi saat di TKP kami temukan (pelanggaran frekuensi) langsung dihentikan, kami lakukan pemanggilan dan mengundang pihak mereka untuk klarifikasi. Kami melakukan penertiban sesuai tupoksi," pungkasnya. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top