Penandatangan perjanjian diakhirinya KSO Pasir antara Pemkab an Mutiara Halim (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Penandatangan perjanjian diakhirinya KSO Pasir antara Pemkab an Mutiara Halim (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)



Penantanganan naskah diakhirinya KSO Pengelolaan Tambang Galian C antara Pemkab dan PT. Mutiara Halim berlangsung sangat singkat. Setelah Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq membacakan draft perjanjiannya, Hasan Pujiono dari PT. Mutiara Halim menyatakan tidak keberatan atas draft tersebut.

Selanjutnya kedua belah pihak, yakni Bupati Lumajang dan PT. Mutiara Halim, yang diwakili oleh direkturnya Hasan Pujiono menandatangani naskah perjanjian diakhirinya KSO tersebut disaksikan oleh Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati, Plt Sekda Lumajang Agus Triono, dua orang Direksi dari PT. Mutiara Halim, dan sejumlah undangan lain yang hadir dalam rapat tersebut.

Diakhirinya perjanjian KSO antara PT Mutiara Halim dengan Pemkab Lumajang akan dimulai malam ini, Kamis (4/7) pukul 00.00 yang akan disaksikan oleh kedua belah pihak.

Ada tiga hal utama yang disepakati dalam perjanjian pengakhiran KSO ini, Pertama, Pihak PT. Mutiara Halim sepakat untuk mengakhiri KSO pengelolaan tambang galian C yang sudah berlangsung sejak tahun 2005 dan menyerahkan urusan tersebut kepada Pemkab Lumajang.

Yang kedua, baik Pemkab maupun PT. Mutiara Halim menyatakan tidak akan saling menuntut terkait diakhirnya KSO ini. Sementara yang ketiga pihak PT. Mutiara Halim menyerahkan fasilitas penimbangan pasir berikut tanahnya kepada Pemkab Lumajang, pasca ditandatanganinya perjanjian ini.

Usai penandatangan perjanjian diakhirinya KSO ini, Bupati berharap PAD Lumajang akan meningkat, namun belum bisa memastikan apakah akan menggunakan fasilitas yang diserahkan oleh PT. Mutiara Halim untuk sarana penarikan PAD dari tambang pasir di Lumajang.

“Kita berharap PAD kita bertambah, karena memang kita ingin PAD kita dari tambang terus meningkat,” kata Bupati Lumajang kepada sejumlah wartawan usai penandatanganan naskah perjanjian tersebut.

Sementara Hasan Pujiono mengaku tidak ada tekanan dalam mengakhiri perjanjian ini dan dilakukan atas kesadaran sendiri demi kebaikan Lumajang kedepan.

"Tidak ada paksaan atau tekanan. Ini kita lakukan untuk kembaikan Lumajang," kata Hasan Pujiono.


End of content

No more pages to load