Paket Sex Toys dan Senjata Seharga Puluhan Juta Kena Cekal di Malang

Petugas Bea Cukai Malang memusnahkan barang terlarang dan dibatasi, termasuk sex toys. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Petugas Bea Cukai Malang memusnahkan barang terlarang dan dibatasi, termasuk sex toys. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

LUMAJANGTIMES, MALANG – Peredaran barang terlarang dan dibatasi di kawasan Malang Raya terus diperketat. Pasalnya, sepanjang Januari hingga Mei  2019 lalu terdapat setidaknya 190 item barang paket kiriman yang disita oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Malang. 

Paket-paket itu dikirim melalui Kantor Pos Malang dari berbagai wilayah, baik dalam maupun luar negeri. Isi paket tersebut berupa sex toys atau alat bantu sex hingga senjata airsoft gun dan anak panah. Barang-barang ilegal tersebut, hari ini (25/6/2019) dimusnahkan oleh Bea Cukai Malang. 

Kepala Bea Cukai Malang Rudy Hery Kurniawan mengungkapkan bahwa pihaknya menerbitkan sebanyak 63 Surat Bukti Penindakan (SBP) untuk penindakan barang kiriman Pos. "Total keseluruhan nilai barang hasil penindakan barang kiriman pos sebesar Rp 47,16 juta," ujarnya pada awak media. 

Rudy menyebut, barang-barang kiriman pos tersebut dicekal karena dinilai berbahaya apabila lolos dan beredar di masyarakat. "Kiriman pos yang paling banyak adalah obat-obatan, kemudian barang-barang yang tadi saya sebutkan mengganggu moral masyarakat. Seperti sex toys itu masih terus dikirim, padahal setiap saat kami jaga dan dimusnahkan," tuturnya. 

Rata-rata, para pembeli melakukan transaksi online dari luar negeri. "Kami bekerja sama dengan Kantor Pos Malang. Jadi ada pengecekan kalau kiriman luar negeri yang mencurigakan saat melalui screening mereka," urainya. 

Menurutnya, pencekalan tersebut adalah tindakan yang paling optimal untuk membuat efek jera. Selain itu, pencekalan juga dimaksudkan untuk perlindungan bagi masyarakat. "Pemusnahan ini kami lakukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat serta industri dalam negeri. Selain itu juga sebagai wujud transparansi pengelolaan barang hasil penindakan," pungkasnya. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top