Satu PSK Tuli, Dibentak Satpol PP Tetap Mainan HP

Salah satu PSK yang tetap asyi mainan HP saat terciduk Satpol PP (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Salah satu PSK yang tetap asyi mainan HP saat terciduk Satpol PP (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

LUMAJANGTIMES – Ada yang menarik dari operasi yang digelar Satpol PP pada hari ini, Sabtu (22/6). Dari 16 orang PSK yang berhasil diciduk, satu orang diantaranya diketahui tuli. Tak urung, PSK tuli ini tetap tak menjawab pertanyaan apapun yang disampaikan oleh petugas dari Satpol PP.

Bahkan ketika Kepala Satpol PP Lumajang Drs. Basyuni marah karena mereka memaksa buka walaupun dilarang, seorang PSK yang mengenakan celana pendek jeans dengan T-Shirt ketat tersebut tetap asyik mainan HP.

Bahkan PSK tersebut sempat memotret ruangan di kantor Satpol PP dan mengirim foto tersebut melalui pesan WhatsApp.

“Itu yang mainan HP, coba simpan dulu HP-nya,” kata Kepala Satpol PP Lumajang Drs. Basyuni.

Namun wanita 20 tahunan ini tetap asyik dengan HP-nya dan menutup wajahnya dengan sal warna hitam yang dibawa saat diciduk puluhan anggota Satpol PP yang ikut dalam operasi ini.

Sejumlah temannya kemudian memberitahu petugas bahwa satu PSK tersebut tuli. Maka kemudian seorang anggota Satpol PP mendekatinya dan memintanya untuk mematikan HP-nya. Namun PSK tuli ini justru seperti melawan, karena mengira petugas akan merampas HP-nya.

Tak hanya itu, ketika petugas berusaha mengambil kain sal yang menutup wajahnya, PSk tuli ini juga meronta dan segera menutup kembali wajahnya.

Ketika berita ini ditulis, pihak penyidik dari Satpol PP masih melakukan pendataan, dan meminta kepada 16 PSK ini untuk tidak mengulangi perbuatannya. Bahkan ketika pihak Satpol PP menyatakan akan mengirim 16 PSK ini ke Panti Rehabilitasi di Kediri, mereka serentak menolak, dan sebagian diantaranya menangis histeris.

Karena jika jadi mereka berada di Panti Rehabilitasi, mereka harus tinggal di panti rehabilitasi tersebut selama 3 bulan, dan mereka terancam tidak bisa bertemu dengan keluarganya, selama 3 bulan masa pembinaan tersebut.

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top