Bertemu Ulama Jatim, Panglima TNI Jamin Keamanan Jelang Putusan MK

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat menghadiri acara silaturahmi dengan alim ulama Jawa Timur di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (20/6). (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat menghadiri acara silaturahmi dengan alim ulama Jawa Timur di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (20/6). (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

LUMAJANGTIMES, JOMBANG – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menghadiri acara silaturahmi dengan alim ulama Jawa Timur di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang,  Kamis (20/6). Dalam kesempatan itu, panglima TNI  menyampaikan soal pengamanan sidang sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

Panglima TNI tiba di Ponpes Tebuireng sekitar pukul 14.00 WIB. Tiba di lokasi, panglima langsung disambut oleh Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Solah). Hadi langsung memasuki ndalem kasepuhan Tebuireng.

Selepas itu, Gus Solah dan panglima TNI bersama rombongan langsung menuju gedung KH Yusuf Hasyim lantai tiga. Di gedung ini  digelar acara silaturahmi dengan puluhan ulama Jawa Timur.

Pada kesempatan itu, Gus Solah menerangkan bahwa kedatangan panglima TNI merupakan undangan darinya untuk menyampaikan perkembangan atas kerusuhan yang terjadi di Kantor Bawaslu RI di Jakarta pada 22 Mei 2019 lalu. "Karena itu, kami mengundang panglima TNI untuk menyampaikan perkembangan atas kejadian 21-22 Mei kemarin," ujar adik kandung Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut.

Pada kesempatan itu pula, Marsekal Hadi menerangkan soal aksi 21-22 Mei 2019 di depan Kantor Bawaslu RI. Mulai dari awal persiapan pasukan hingga selesainya aksi yang berujung bentrok tersebut.

Ditambah lagi, panglima menjamin dalam sidang sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), tidak lagi ada keributan atau bentrokan seperti pada saat penetapan hasil pemilihan umum lalu.

"Prediksi saya, ke depan ini semakin kondusif lah. Sudah tidak ada keributan lagi," ujar panglima TNI.

Menurut Hadi, pihak TNI akan menyiagakan 14 ribu personel untuk untuk berjaga-jaga jelang putusan MK terkait PHPU. "Untuk pengamanan, kita dengan kekuatan sama 14 ribu personel," tandasnya.

Belasan ribu personel ini akan disiagakan di sejumlah titik, seperti Bawaslu, KPU, dan MK sendiri, serta Istana Negara dan gedung DPR/MPR.

Kedatangan panglima TNI ditutup dengan acara berziarah ke makam Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid dan beberapa pahlawan nasional yang berada satu kompleks pemakaman di makam keluarga Ponpes Tebuireng, seperti KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahid Hasyim.

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top