Sidak Jembatan Pasir Milik Mutiara Halim, Bupati Lumajang Temukan Ini

Bupati Lumajang (berbaju batik) ketika menanyakan perihal bukti bayar yang dicetak oleh PT. Mutiara Halim (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Bupati Lumajang (berbaju batik) ketika menanyakan perihal bukti bayar yang dicetak oleh PT. Mutiara Halim (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

LUMAJANGTIMES, MALANG – Malam ini, Kamis (13/6) Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq melakukan sidak di jembatan timbang pasir milik PT. Mutiara Halim di Kedungjajang Lumajang. Dalam sidak ini Bupati hanya ditemani Kepala Satpol PP Lumajang Drs. Basyuni.

Berangkat dari Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Bupati langsung menuju jembatan timbang pasir milik Mutiara Halim di desa Kedungjajang Lumajang. Begitu sampai dilokasi, Bupati langsung langsung masuk ke ruang pelayanan dan kasir PT. Mutiara Halim dari pintu bagian belakang.

Di tempat ini Bupati langsung menunjuk tanda bukti bayar yang berlogo Pemkab Lumajang dengan mencantumkan Perda yang digunakan sebagai dasar penarikan Rp 5 ribu perton pasir, kepada setiap truk pasir yang melintas.

“Ini apa, ada kertas berlogo Pemkab. Pemkab tidak pernah mencetak dan mengeluarkan kertas ini. Kenapa pakai Logo Pemkab. Ini namanya penyalahgunaan, ini bisa jadi barang bukti menggunakan logo Pemkab seperti ini,” kata Bupati Lumajang.

Dalam sidak ini Bupati Lumajan H. Thoriqul Haq ditemui seorang pria bernama Zainal Abidin yang mengaku sebagai koordinator karyawan di jembatan timbang pasir tersebut.

Sementara kepada sejumlah wartawan Zainal Abidin menjelaskan bahwa setiap ton pasir dikenakan Rp 5 ribu. Tanpa merinci jumlah truk yang masuk, dalam satu hari jembatan timbang ini menghasilkan uang antara Rp. 20 juta sampai Rp 30 juta.

“Kalau sepi yang 20 juta, kalau ramai bisa sampai 30 juta lebih dalam satu hari. Tergantung dengan banyaknya truk yang masuk mas,” kata Zainal Abidin kepada sejumlah wartawan yang ikut dalam sidak tersebut.

Selain masuk ke dalam ruang kasir jembatan timbang tersebut, Bupati Lumajang juga menghentikan setidaknya 2 truk kecil dan 1 tronton bermuatan pasir yang masuk ke jembatan timbang tersebut.

Usai sidak ini Bupati menjelaskan, bahwa pihaknya menyita sejumlah barang bukti berupa cetakan semacam kwintasi pembayaran dari jembatan timbang tersebut, yang dalam cetakan tersebut menggunakan logo Pemkab Lumajang.

“Saya mendapatkan bukti yang kuat, akurat dan valid, ternyata PT. Mutiara Halim melakukan langkah-langkah diluar ketentuan dan prosedur yang sebenarnya. Termasuk kami menemukan tanda bukti pungutan yang tidak dikeluarkan oleh Pemkab Lumajang. Perda dan SK yang dicantumkan (di cetakan ini) tidak lagi berlaku,” kata Bupati Lumajang.

Bukti-bukti tersebut menurut Bupati Lumajang dicetak sendiri oleh PT. Mutiara Halim dan diperbanyak sendiri. Bupati berjanji akan mengkaji kemungkinan adanya kerugian negara dalam penarikan dana kepada setiap truk yang masuk oleh perusahaan ini.

“Kami akan mengkaji akan hal ini, yang pasti kertas ini menjadi bukti sekaligus diduga kuat menjadi bagian yang melanggar aturan dan Undang-Undang. Dalam waktu dekat kami akan menentukan sikap terkait dengan temuan ini,” tegas Bupati Lumajang.

Hingga berita ini kami turunkan kami belum memperoleh konfirmasi terkait bukti bayar tersebut dari PT. Mutiara Halim, karena pada malam hari kemungkinan besar Kantor PT. Mutiara Halim tutup. 

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top