Muhammadiyah Lumajang Minta Warga Hormati Proses Hukum Terkait Gugatan Pilpres

H. Suharyo AP, SH, Ketua PD Muhammadiyah Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / JatimTIMES)
H. Suharyo AP, SH, Ketua PD Muhammadiyah Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / JatimTIMES)

LUMAJANGTIMES – Naiknya gugatan Pilpres ke Mahkamah Konstitusi mendapatkan respon dari Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Lumajang H. Suharyo AP, SH. Ketika ditemui media ini Suharyo berharap agar seluruh warga Lumajang menghormati proses hukum yang saat ini sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi.

“Kita hidup dibawah konstitusi yang harus kita patuhi bersama. Maka para pendukung Paslon Pilpres, baik 01 maupun 02, sebaiknya sama-sama menahan diri sambil menunggu proses hukum yang sekarang sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi. Tidak perlu melakukan unggahan di media sosial dengan tujuan menjatuhkan lawan, lebih baik bersabar sampai proses hukum ini selesai,” kata H. Suharyo kepada media ini.

Disisi lain, Suharyo berharap, jika Mahkamah Kontitusi telah membuat keputusan sudah seharusnya semua pihak menerima putusan hukum tersebut sebagai konsekwensi kalah menang. Yang menang tak perlu pesta pora, yang kalah sudah seharusnya menerima putusan itu dengan legowo.

“Bagian terpenting dari proses ini adalah ketika MK membuat keputusan. Ini yang harus disikapi dengan jernih. Semua pihak yang berseteru dalam peradilan ini harus menerima putusan MK dengan sikap kesatria,” tegas Suharyo kemudian.

Lebih jauh Suharyo juga mengatakan, hal penting lainnya yang perlu dilakukan adalah sikap rekonsiliasi satu sama lain. Ini harus menjadi sikap awal untuk menjaga kesatuan dan persatuan. Harus segera dilupakan persaingan yang pernah ada dan merajut kebersamaan antar warga, khususnya warga Kabupaten Lumajang.

Masih menurut Suharyo AP, menyikapi perbedaan dukungan dalam Pilpres tidak perlu berlebihan, karena sebenarnya ini hanya proses demokrasi untuk menentukan pimpinan pemerintahan. Jangan sampai berimbas kepada persoalan lain seperti perpecahan.

“Kita ini sejak lama sudah sepakat dengan NKRI harga mati. Maka jangan kembangkan isu perpecahan hanya karena Pilpres. Apalagi sampai muncul isu referendum. Ini menurut saya sudah agak berlebihan dan bertentangan dengan komintmen kebangsaan kita dalam bingkai NKRI,” tegas Ketua PD Muhammadiyah Lumajang H. Suharyo AP.

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top