Tim Pemburu Begal Polres Lumajang Dilatih Tembak Reaksi 25 Meter

Tim Pemburu Begal dalam latihan tembak di lapangan tembak Polsek Klakah (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Tim Pemburu Begal dalam latihan tembak di lapangan tembak Polsek Klakah (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

LUMAJANGTIMES – Untuk mempertajam kekuatan tim pemburu begal Polres Lumajang, pada hari Sabtu (9/2) kemarin satu Pleton Tim Pemburu Begal di Lumajang mendapatkan latihan khusus menembak. Prioritasnya adalah tembak rekasi 25 meter, yang diharapkan dapat mengasah ketajaman menembak tim bentukan Polres Lumajang ini.

Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban kepada media ini mengatakan, tim pemburu begal ini mendapatkan latihan menembak di lapangan tembak Polsek Klakah dibawah arahan Kasat Sabhara Polres Lumajang AKP Jauhar Maarif.

“Seluruh anggota tim pemburu begal ini dibekali senapan laras panjang V2 Sabhara. Kali ini anggota kita latih berlari ke satu titik aman, kemudian menembak sasaran pada jarak 25 meter. Ini kita harapkan efektif untuk melumpuhkan pelaku kejahatan jalanan yang terus bergerak,” kata Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban.

Kapolres juga mengatakan, penggunaan senjata untuk melumpuhkan pelaku kejahatan adalah pilihan terakhir yang akan dilakukan aparat kepolisian. Namun dalam menumpas kejahatan, tidak jarang anggota polisi harus berhadapan dengan kemungkinan terburuk, oleh karena itu ketangguhan anggota harus tetap dilatih dengan prioritas menjaga keamanan.

Disamping mendapatkan latihan latihan menembak rekasi jarak 25 meter, seluruh tim pemburu begal ini juga mendapatkan latihan menembak pada jarak 60 meter dalam berbagai posisi, mulai dari posisi jongkok, berdiri dan tiarap.

Polres Lumajang belum lama ini memperoleh peringkat 3 nasional sebagai Polres dengan tingkat kepercayaan publik dari seluruh Polres di tanah air. Predikat ini diperoleh melalui survey yang dilakukan oleh Mark Plus Insight kepada seluruh Polres di tanah air.

Namun keberhasilan ini tak membuat Polres Lumajang berdiam diri. Berbagai inovasi terus dilakukan, untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat Lumajang. “Stigma kota begal harus benar-benar habis di Lumajang dan menjadi kota yang benar-benar aman untuk siapapun,” kata Kapolres Lumajang kemudian.

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top