Antisipasi Pencurian Sapi, Warga Desa Purwosono Membangun Garasi Ternak Secara Swadaya

Kapolres Lumajang didampingi Kades Purwosono saat meninjau pembangunan Gaster. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)
Kapolres Lumajang didampingi Kades Purwosono saat meninjau pembangunan Gaster. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)

LUMAJANGTIMES – Maraknya pencurian sapi di beberapa daerah di Lumajang membuat warga terus waspada. Beberapa langkah taktis dilakukan warga, salah satunya dengan membangun kandang bersama, seperti yang dilakukan warga Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang.

Kandang ternak bersama milik warga ini mengundang Kapolres Lumajang untuk meninjau pembangunan kandang ini, Selasa (8/1/2019). Bersama jajarannya, Kapolres Lumajang AKBP Dr. Arsal Sahban datang ke lokasi bersama perangkat desa, unsur Polsek serta Koramil Sumbersuko.

"Ini bisa menjadi pilot project di Kabupaten Lumajang. Jika rasa takut masyarakat soal keamanan bisa diminimalisir, produktivitas warga juga akan meningkat," ungkap Kapolres.

Kandang ternak bersama yang disebut Garasi Ternak (Gaster) tersebut berada di RT 9, RW 4, Dusun Karanganyar, Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko. Gaster dibangun di atas tanah Ketua RT yang dihibahkan sementara, untuk pembangunan garasi ternak.

"Ini memang inisiatif warga desa untuk mengamankan ternak mereka. Kami menyebutnya Gaster, atau Garasi Ternak. Gaster yang dalam proses pembangunan ini seluas 8 kali 15 meter, asumsinya bisa menampung sekitar 30 sapi," ungkap Hendrik Dwi Martono, Kepala Desa Purwosono.

"Awalnya kami dari pihak desa sudah menyediakan tanah kas desa untuk dipakai pembangunan kandang. Namun karena lokasinya yang terlalu jauh dari pemukiman, warga lebih memilih untuk memakai tanah yang sekarang ini kebetulan yang bersangkutan rela tanahnya dipakai sementara," imbuhnya.

Kades melanjutkan, bahwa untuk sementara ini pembangunannya memang inisiatif dan swadaya warga, sementara pihak desa sebagai fasilitator.

"Di plan awal memang rencana akan memakai Dana Desa karena didirikan di Tanah Kas Desa. Namun karena perubahan rencana dan status tanah adalah milik warga, kami akan berupaya mencarikan solusi atau donatur. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait jika nantinya menggunakan Dana Desa agar tidak menyalahi aturan," tandasnya.

Pewarta : Pawitra Huda Pradana
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top