Kata Siapa Kotak Suara KPU Rawan Rusak? Ini Buktinya

Staf KPU menaiki kotak suara berbahan karton kedap air. (Foto: Istimewa)
Staf KPU menaiki kotak suara berbahan karton kedap air. (Foto: Istimewa)

LUMAJANGTIMES – Belakangan ini memasuki tahun politik 2019, masyarakat sempat dihebohkan dengan kotak suara yang terbuat dari bahan kardus. Warganet umumnya tergiring opini yang berkembang, bahwa kotak suara kardus rawan kerusakan, berbeda dengan kotak suara sebelumnya yang berbahan alumunium.

"Untuk kotak suara yang digunakan dalam Pemilu 2019 sebenarnya sudah cukup kuat dan mengacu pada PKPU No. 15 Tahun 2018. Di mana dalam Pasal 7 disebutkan bahwa kotak suara terbuat dari bahan karton kedap air yang pada satu sisinya bersifat transparan," ungkap Siti Mudawiyah, S.E., Ketua KPU Lumajang.

Dalam pasal tersebut juga dijabarkan bahwa kotak suara berwarna putih, dengan panjang 40 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 60 cm. Ini tentu berbeda dengan asumsi yang berkembang di masyarakat bahwa kotak suara yang digunakan berbahan kardus seperti yang banyak beredar di masyarakat.

Kotak suara dan bilik suara yang diterima KPU Lumajang juga telah diperiksa oleh Bawaslu Lumajang siang ini, Selasa (18/12/2018), di gudang logistik KPU di Amanda Futsal Lumajang. Dari hasil pantauan, beberapa staf KPU nampak menguji kekuatan kotak suara dengan menaikinya disaksikan Komisioner Bawaslu Lumajang.

"Kami memeriksa kondisi logistik yang sudah diterima KPU Kabupaten Lumajang pada pertengahan bulan Oktober. Masalah kekuatan kotak suara juga kita coba tadi, meskipun pada prinsipnya kami dari Bawaslu hanya mengecek keamanan logistik KPU dari potensi kerusakan," ungkap Akhmad Mujaddid MR., S.Pd.I kepada LumajangTIMES.

"Kerusakan yang dimaksud potensi rusak karena kelembapan, api, juga keamanan gudang logistik itu sendiri. Untuk penyimpanannya sendiri kami lihat bagian bawahnya sudah diberi alas palet dari kayu dan plastik. Untuk satu paket terdiri dari 5 kotak suara yang diikat dan dibungkus plastik," tanbahnya.

Sementara itu terkait pelanggaran Pemilu yang ditemukan Bawaslu Lumajang masih terkait pelanggaran alat peraga. Di antaranya APK yang dipaku di pohon, yang menutupi tempat pemasangam reklame, termasuk yang dipasang di angkutan umum.

"Kalau untuk pengaduan secara formal sejauh ini belum ada, hanya beberapa yang sifatnya informatif, termasuk dari media sosial. Kalau memang melanggar yang langsung kami ambil tindakan," tandasnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Yusuf Adi Pamungkas, S.T.P., Divisi Teknis KPU Lumajang menyatakan bahwa KPU Lumajang menerima kotak suara sejumlah 16.646 buah, 7.205 bilik suara, 342.090 segel dan 6.562 tinta. Semuanya sudah tersimpan dengan baik di gudang logistik KPU Lumajang.

 

Pewarta : Pawitra Huda Pradana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top