Mak Neron, Penjual Nasi Jagung Seharga Rp 5 Ribu, Warung Paling Legend Di Lumajang

Inilah warung mak Neron yang selalu ramai pembeli (Foto : Pawitra Huda Pradana / Jatim TIMES)
Inilah warung mak Neron yang selalu ramai pembeli (Foto : Pawitra Huda Pradana / Jatim TIMES)

LUMAJANGTIMES – Jam menunjukkan pukul 11.30 malam saat sekelompok anak muda datang bergerombol ke Pasar Baru Lumajang. Mereka seperti sudah biasa ke sana, mereka langsung masuk ke dalam sebuah gang di sisi selatan pasar, tepat di belakang deretan kios daging.

Mereka ternyata tidak sedang mencari sayur seperti biasa orang datang ke pasar tradisional. Sebuah lapak penjual nasi yang mereka tuju. Dan tanpa canggung mereka berbaur dengan beberapa pembeli yang sudah mengantri sebelumnya.

"Sego 5 Mak! Biasa...," ujar salah satu dari pemuda itu. Si penjual nasi memperhatikan sekilas, memberikan tanda bahwa anak-anak muda ini dipersilahkan untuk mengantri sebelum nasi pesanannya dibawa pulang.

Inilah suasana warung Mak Neron, penjual nasi jagung yang cukup tenar di kalangan anak muda Lumajang. Dengan cukup mengeluarkan uang 5 ribu rupiah, sudah cukup mengenyangkan perut. Nama aslinya sendiri adalah Bu Rumisah, usianya sudah 60 tahun, dengan 4 anak dan 10 cucu.

"Rumah saya di Kampung Baru mas, kalau ditanya sejak kapan saya jualan di sini sudah agak lupa. Yang saya ingat saat itu harga nasi sebungkus masih Rp 1.500-an, kira-kira tahun 2000-an," kata Mak Neron saat berbincang dengan kami.

Mak Neron mengisahkan bahwa awalnya dia hanya berjualan ketan. Lokasinya di sebelah barat pasar, di pinggir jalan. Setelah renovasi Pasar Baru, ibu ini kemudian memutuskan untuk pindah ke dalam pasar, karena pembelinya kebanyakan adalah para pedagang di Pasar Baru.

Dari pengamatan kami, lapak Mak Neron memang selalu dipenuhi pembeli. Uniknya tak hanya pedagang pasar saja yang membeli di tempat ini, tapi juga anak-anak muda yang memang hobi begadang, biasanya menjadi pelanggan setia Mak Neron. 

"Kami udah langganan di sini, setiap nongkrong malam kalau pas lapar ya belinya di sini. Cukup 5 ribu sudah dapat nasi bertabur emas," ungkap Irur, salah satu anak muda yang kami jumpai malam itu, Rabu (15/08).

Nasi bertabur emas yang dimaksud adalah nasi jagung, karena parutan jagung berwarna kuning yang sekilas memang berkilauan di antara butiran nasi putih khas Mak Neron. Di dalam sebungkus nasi jagung ini juga ada lauk sederhana seperti peyek, tempe, tahu, perkedel atau ikan laut, juga sambel dengan rasanya yang khas.

"Alhamdulillah mas hampir tiap malam biasanya udah ada yang ngantri, bahkan sebelum warung buka. Ini saya juga dibantu anak lelaki saya untuk melayani pesanan pembeli," tutup Mak Neron dengan logat Jawanya yang kental.

Pewarta : Pawitra Huda Pradana
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top